KELAHIRAN NABI MUHAMMAD ﷺ MEMBAWA BERKAH BAGI SEMESTA ALAM

KELAHIRAN NABI MUHAMMAD MEMBAWA BERKAH BAGI SEMESTA ALAM

Oleh: Nur Laelatul Qodariyah*

* Ahwal Al-Syakhshiyah FIAI UII

 

Bismillâhi walhamdulillâhi wash-shalâtu was-salâmu ‘alâ rasûlillâh,

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Rasulullah ﷺ,  namannya, kisahnya perjalanan hidupnya sudah terkenal di muka bumi ini, bahkan alam semesta pun menyambut gembira saat kelahiran beliau. Nabi Muhammad ﷺ merupakan Nabi terakhir yang diturunkan dibumi ini. Sosoknya yang indah dalam berdakwah, akhlaknya yang sangat mulia senantiasa menjadikan idola bagi setiap muslim.

Kelahirannya pun telah di tunggu-tunggu oleh alam semesta. Allah ﷻ berfirman, “Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”  (Q.S. Al-Anbiya’ [21] : (107). Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa, diutusnya Nabi Muhammad  ﷺ memberikan rahmat bagi seluruh alam. Diutusnya Nabi Muhammad  ﷺ merupakan rahmat Allah yang dianugerahkan bagi para hamba-Nya. Kaum Mukminin menerima bingkisan rahmat ini dan mensyukurinya serta menyikapinya dengan baik. Sementara itu, kalangan lainnya , mereka mengingkarinya dan merubah kenikmatan Allah dengan bentuk kekufuran, enggan untuk menerima rahmat dan kenikmatan-Nya.[1]

Kelahirannya Disambut Hangat oleh Alam Semesta

Berdasarkan kutipan dari buku dengan judul “ Uswatun Hasanah” karya Haddad Alwi.[2] Menerangkan bahwa keadaan mekah saat itu berbeda dengan hari biasanya ketika menjelang kelahiran Nabi ﷺ, karena mekah pada sekitar tahun 570 mengalami gersang kerontang, dan hampir tidak tumbuh tanaman selain kurma. Tetapi setelah kelahiran Nabi ﷺ, tiba-tiba mekah berubah menjadi kawasan yang subur, hujan lebat kemudian tanaman-tanaman tumbuh dengan lebat.

Pada tahun kelahirannya ada banyak tanda-tandanya, termasuk kisahnya Abrahah yang ingin menghancurkan ka’bah dengan menggunakan kendaraan gajah, dan kemudian hal itu berhasil di gagalkan oleh Allah ﷻ dengan dikirimkannya burung Ababil membawa batu kerikil dari Neraka yang kemudian di lemparkan ke pasukan gajah. Akibatnya pasukannya kalah sesuai dengan yang diceritakan dalam  surah al-Fîl.

Tanda-Tanda Kelahirnya Sudah Tertuang Pada Kitab Terdahulu

Sangat mulianya Nabi ﷺ disisi Allah ﷻ, sampai pada tanda-tanda kelahirannya sudah tertuang dan dijelaskan sosok Nabi terakhir kita di kitab-kitab terdahulu. Berdasarkan isi dari kitab Injil yang dirturunkan untuk umatnya Nabi Isa merangkum bahwa, “Ketika pohon-pohon kurma yang telah mengering, tiba-tiba keluar daunnya, maka pada saat itulah Nabi Muhammad ﷺ, telah lahir di dunia”. Dan memang benar adanya bahwa pada saat Nabi Muhammad ﷺ, tiba-tiba pohon dari kurma yang awalnya sudah mengering tiba-tiba bisa keluar daunnya. Selanjutnya dalam kitab Zabur yang diturunkan untuk umatnya Nabi Daud memberikan tanda-tanda kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, “ ketika mata air yang telah kalian kenal kering airnya, tiba-tiba memancarkan air dengan derasnya, maka pada saat itulah waktu kelahiran Nabi Muhammad ﷺ telah tiba. Dan benar saja tanda-tanda yang disebutkan tadi terjadi pada waktu Nabi ﷺ lahir. [3]

Nasab dan Kelahiran Nabi Muhammad

Kaum Quraisy merupakan kaum yang terpandang dan dihormati oleh kaum lainnya. Dari bani Quraisy Nabi ﷺ berasal, kakeknya Abdul Muthalib merupakan seorang pemimpin Makkah pada saat itu. Ayahnya Abdullah merupakan anak terakhir yang sangat dicintai oleh Abdul Muthalib. Beliau ini dinikahkan dengan Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf bin Zuhra.

Riwayat menyebutkan bahwa Abdullah menikah pada umur 25 tahun, sedangkan riwayat lainnya menyebutkan bahwa Abdullah menikah pada umur 24 tahun. Ada riwayat yang mengatakan bahwa, setelah menikah Abdullah pergi ke Syiria, dan ketika hendak pulang Abdullah menginap dirumah saudaranya ibunya di Madinah untuk beristirahat, namun Abdullah mendadak sakit dan kemudian meninggal dunia.

Mendengar kabar kematian suaminya membuat Aminah berduka cita, sedih dan sendirian. Beliau sangat kehilangan suami yang sangat dicintainya itu. Dan pada saat itu Aminah sedang dalam keadaan hamil. Banyak kejadian luar biasa saat Aminah mengandung. Pada malam kelahiran Nabi ﷺ, bumi bergetar seperti sedang menyambut kelahiran Nabi,  sehingga getarannya tersebut  merobohkan berhala-berhala yang ada di sekitar Ka’bah. dan di malam yang sama semenanjung yang dianggap suci oleh orang persia yaitu Tasik Sava tenggelam kedalam tanah.

Setelah kelahirannya keluarganya menyambut gembira karena kedatangan seorang anak laki-laki. Kakeknya Abdul Muthalib selanjutnya menemui menantunya kemudian memberikan Nama “Muhammad” dengan harapan agar nantinya Muhammad mendapatkan kemuliaan dan menjadikan tempat di hati bangsa Arab, sebenarnya banyak pertanyaan kenapa namanya tidak diberi nama bapaknya saja, kemudian Abdul Muthalib menjawab, “ aku ingin supaya Allah memujinya di langit dan di puji oleh manusia di bumi”. [4]

Hikmah dari Mempelajari Perjalanan Rasulullulah Mulai dari Detik-Detik Kelahirannya

Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari kisah perjalanan Rasulullah ﷺ, mulai dari tanda-tanda sebelum kelahirannya, perjalanan kehidupan sehari-hari Rasulullah ﷺ, sampai pada detik meninggalnya Rasulullah ﷺ. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa Rasulullah merupakan sosok tauladan bagi kita semua, bahkan orang non Islam pun mengakui keberadaannya dan sebagian bahkan mengenal Rasulullah ﷺ.

Hikmah yang bisa diambil dari peristiwa-peristiwa luar biasa sebelum detik-detik Rasulullah lahir adalah, Alam saja yang tidak bisa berbicara secara langsung mampu mengungkapkan apa itu rasa sayangnya kepada Rasulullah ﷺ yang belum lahir. Sedangkan Rasulullah ﷺ, sebelum meninggal yang beliau ingat adalah umatnya. yang bahkan belum lahir pun sudah sangat dirindukan oleh beliau. Hal itu sungguh sangat mengecewakan ketika Rasulullah ﷺ berjuang untuk kita, tapi malahan kita sendiri yang kadang melupakannya.

Untuk itu tidak ada salahnya untuk belajar mencintai Rasulullah ﷺ, walaupun belum bisa bertemu secara langsung, tapi setidaknya kita bisa belajar mencintai lewat kisah perjuangan-perjuangan yang beliau curahkan untuk kita semua.

Marâji’:

[1] https://tafsirweb.com/5619-surat-al-anbiya-ayat-107.html

[2] Ade Kosasih, “Fenomena Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad: Kajian Terhadap Naskah Al-Hamziyyah Karya Al-Bushiri,” Jurnal Kajian Ilmu Sosial Dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal 1, no. 2 (2022): 69.

[3] Yudi, “Keajaiban yang terjadi saat kelahiran Rasulullah”dikutip dari https://www.islampos.com/keajaiban-yang-terjadi-saat-kelahiran-rasulullah-2-153300/  diakses pada hari Kamis 29 September 2022

[4] inal Mardhiah, “Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ ,” Jurnal MUDARRISUNA (Media Kajian Pendidikan Agama Islam) 3, no. 2 (2014): 216.

Download Buletin klik disini

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *