HARI HARI YANG ISTIMEWA

HARI HARI YANG ISTIMEWA

Oleh: Dwi Andini Prihastuti

 

Bismillâhi Walhamdulillâhi wash-shalâtu wassalâmu ‘alâ rasûlillâh,

Hari-hari yang utama di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki keistimewaan, dimana amalan sekecil apapun pada hari hari tersebut lebih utama daripada berjihad di jalan Allah, maka dianjurkan untuk memperbanyak amalan terutama, shalat, puasa, dzikir, membaca al Quran, sedekah dan ibadah ibadah lainnya yang disyari’atkan.[1]

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah ada hari hari yang amal shalih pada hari hari tersebut lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama dibulan dzulhijjah. Maka para sahabat bertanya, “wahai Rasulullah apakah (amal shalih tersebut) lebih Allah cintai dari pada jihad fi sabilillah?”. beliau menjawab, “iya walupun dengan jihad fi sabilillah, kecuali sesorang yang keluar (berjihad) dengan diri dan hartanya lalu tidak kembali setelah itu selamanya (syahid)” (HR Bukhari : 926,[2] Abu Dawud : 2438, Ahmad : 1968)

Ibnu Rajab Al-Hambali berkata, “Hadits ini menunjukkan bahwa amalan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah di sisi Allah lebih disukai dibanding hari- 3 Amalan Awal Dzulhijjah hingga Hari Tasyrik hari lainnya tanpa ada pengecualian. Jika dikatakan Allah itu cinta, maka menunjukkan hari-hari tersebut dinilai mulia di sisi-Nya.”[3]

Beliau ﷺ menambahkan pula, “Amalan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah dinilai afdal dan dicintai oleh Allah dibanding hari-hari lainnya dalam setahun. Bahkan amalan yang mafdhul (kurang afdal) jika dilakukan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah dinilai lebih baik dari hari lainnya walau di hari lainnya dilakukan amalan yang lebih afdal.”[4]

Sebagian ulama mengatakan bahwa amalan pada setiap hari pada awal Dzulhijjah sama dengan amalan satu tahun. Bahkan ada yang mengatakan sama dengan seribu hari, sedangkan hari Arafah sama dengan sepuluh ribu hari. Keutamaan ini semua berlandaskan pada riwayat fadhail yang lemah (dha’if). Namun hal ini tetap menunjukkan keutamaan beramal pada awal Dzulhijjah berdasarkan hadits shahih seperti hadits Ibnu ‘Abbas yang disebutkan di atas. Mujahid mengatakan, “Amalan di sepuluh hari pada awal bulan Dzulhijjah akan dilipatgandakan.”[5]

Lantas hari hari apa saja yang istimewa pada sepuluh hari pertama dibulan Dzulhijjah? Berikut rinciannya, [6]

1. Hari Arafah

Hari arafah adalah hari yang ke sembilan pada saat jama’ah haji sedang melakukan wukuf di ‘Arafah. Diantara keistimewaan hari ‘Arafah adalah hari pembebasan hamba dari api neraka. Dari ‘Aisyah x, bahwasanya Rasulullah n bersabda: “Tidaklah ada hari hari yang begitu banyaknya Allah membebaskan para hamba dari api neraka dari pada hari ‘Arafah, pada hari ‘Arafah Allah mendekat kepada para Hamba-Nya (di padang arafah) lalu Allah membanggakannya dihadapan para Malaikat-Nya, seraya Berfirman: “Apa yang mereka inginkan? (dengan berbondong bondong datang di padang ‘Arafah ini)” (H.R. Muslim no. 1348)

Imam Ibnu Rajab berkata: “Dan hari ‘Arafah adalah hari pembebasan dari api neraka bagi yang sedang wukuf di ‘Arafah atupun bagi yang tidak wukuf disemua negeri dari kalangan kaum muslimin”[7]. Diantara amalan yang utama pada hari ‘Arafah baik bagi jama’ah haji yang sedang wukuf di ‘Arafah atau yang tidak sedang berada di ‘Arafah adalah memperbanyak berdo’a karena sebaik baik do’a adalah yang dipanjatkan pada hari ‘Arafah, lebih lebih bagi mereka yang sedang wukuf di ‘Arafah, karena bagi mereka ‘Arafah adalah tempat mustajab untuk berdo’a. dan wukuf di ‘Arafah adalah diantara inti dan puncaknya ibadah haji.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik baik do’a adalah do’a pada hari ‘Arafah. Dan sebaik baik apa yang aku dan para Nabi sebelum ucapkan adalah “Laa ilaaha illaLlahu wahdah, laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syaiin Qodiir” (Tidak ada yang berhak disembah selain Allah yang satu saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kekuasaan dan milik[1]Nya segala pujian, dan Dia Maha Mampu atas segala sesuatu).” (HR At Tirmidzi : no. 3585, As Shahihah no. 1503, Shahihul Jaami’ no. 3274)

Amalan khusus yang lain di hari ‘Arfah bagi yang sedang tidak wukuf di ‘Arafah adalah dengan berpuasa, dimana seseorang akan diampuni dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dari Abu Qotadah zia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda : “Puasa hari ‘arafah adalah menghapus dosa dua tahun, tahun yang telah berlalu dan tahun yang akan dating, sedangkan puasa ‘Asyura adalah menghapus setahun yang telah berlalu” (HR Ahmad : 22535)

Bagi mereka yang sedang wukuf di ‘Arafah lebih utama untuk tidak berpuasa sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ. Dari Maimunah x ia berkata: “Bahwasanya manusia (para sahabat) mengeluhkan puasa Nabi n pada hari Arafah, lalu Ummu Salamah memberikan kepada Rasulullah ﷺ susu ketika beliau n sedang wukuf di tempat wukufnya, lalu meminumnya , dan manusia melihatnya (beliau) minum” (HR Bukhari no. 1989)

Syaikh Sa’id bin Wahaf Al Qahthani berkata: “Tidak berpuasanya jama’ah haji di Arafah ada beberapa hikmah diantaranya menguatkan didalam berdo’a, ada rasa menghinakan, dan menghambakan diri kepada Allah ﷻ, serta menumbuhkan semangat didalam kondisi yang agung ini (manasikul haji wal umrah fil islam)” Dengan demikian hari ‘Arafah memiliki 3 kekhususan, yaitu hari pembebasan dari api neraka, hari untuk memperbanyak berdo’a dan hari untuk berpuasa yang dengannya akan diampuni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

2. Hari Nahar

Hari nahar adalah hari penyembelihan, hari yang agung, hari raya ‘idul adha, hari haji akbar, dan sebaik baik hari disisi Allah ta’ala. 12 Dari ‘Abdullah bin Qurth z , Rasulullah n bersabda: “Hari hari yang paling agung disisi Allah adalah hari nahar, kemudian hari tasyriq” (HR Ibnu Khuzaimah no. 2917, Abu Dawud no. 1765, shahihul Jaami’ no. 1064). Amalan yang paling agung adalah shalat ‘idul Adha dan menyembelih qurban.

3. Hari Tasyriq

Hari tasyriq adalah hari ke 11 – 13 Dzulhijjah, disebut tasyriq (daging kering), karena dahulu para sahabat mengeringkan daging kurban mereka dijadikan bekal. Pada hari Tasyriq diperintahkan untuk berdzikir banyak menyebut nama Allah ﷻ, mengagungkannya. Allah ﷻ berfirman: “Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang .” (Q.S Al Qaqarah [2]: 203)

Ibnu ‘Abbas berkata:  “Sesunnguhnya yang dimaksud hari hari yang telah diketahui yang terdapat di surah Al hajj adalah hari hari sepuluh pertama bulan Dzulhijjah, dan yang dimaksud hari hari yang berbilang yang terdapat di surah al Baqarah adalah hari tasyriq”[8]

Inilah tiga hari yang agung yang terdapat di sepuluh hari pertama dibulan Dzulhijjah, semoga Allah memudahkan kita untuk mendulang pahala dihari hari yang penuh berkah tersebut. Wallahu a’lam.[]

Marâji:

[1] Keagungan Bulan Dzulhijjah, E-Book (pdf) Abu Ghozie as Sundawie, hal.  13

[2] Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, & Tuntunan Qurban, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Jakarta: Yayasan Al Sofwa, 2012, hal.

[3] Latha’if Al-Ma’arif, hal. 458 dalam Amalan Awal Dzulhijjah hingga Hari Tasyriq, E-Book (pdf)  Muhammad Abduh Tuasikal, Yogyakarta: Rumaysho, 2018, hal. 2-3

[4] Latha’if Al Ma’arif, hal. 458-459 dalam Amalan Awal Dzulhijjah hingga Hari Tasyriq, E-Book (pdf)  Muhammad Abduh Tuasikal, Yogyakarta: Rumaysho, 2018, hal. 2-3

[5] Latha’if Al-Ma’arif, hal. 458, 469 dalam Amalan Awal Dzulhijjah hingga Hari Tasyriq, E-Book (pdf)  Muhammad Abduh Tuasikal, Yogyakarta: Rumaysho, 2018, hal. 4

[6] Keagungan Bulan Dzulhijjah, E-Book (pdf) Abu Ghozie as Sundawie, hal.  13

[7] Lathoiful Ma’arif 1/276

[8] Tafsir Ibnu Rajab 1/153

Download Buletin klik disini

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *