PETUNJUK AL-QUR’AN TENTANG DASAR-DASAR KEDOKTERAN

Bagaimana Mengembangkan Ilmu Kesehatan
Di dalam Islam, kita senantiasa dibimbing untuk melandasi berbagai perbuatan dengan ilmu. Selain itu, kita dibimbing pula untuk menyerahkan berbagai urusan kepada ahlinya. Allah l berfirman (yang artinya),

“Dan tidaklah kami mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan para laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui.” (Q.S. al-Anbiyâ’ [21]: 7).

Pada asalnya, arti lafazh orang-orang yang berilmu di ayat ini adalah ahli kitab umat terdahulu. Akan tetapi, lafazh tersebut bisa berarti umum. Ibnu ‘Athiyah v berkata,

“Ahli ilmu bermakna umum bagi setiap orang yang ahli di suatu bidang ilmu.” Maka yang dimaksud orang yang berilmu adalah para ahli di setiap bidang ilmu”

Rasulullah ` bersabda,

“Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi,” Ada seorang sahabat bertanya, “Bagaimana maksud amanat disia-siakan?” Nabi menjawab, “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.”(H.R. Bukhari no. 6015).

Maka tugas kita ialah menyerahkan berbagai urusan kita baik dalam permasalahan dunia, terlebih permasalahan akhirat, kepada para ahli di bidangnya. Dengan demikian, kita menyelamatkan diri dari berbagai kesalahan dan kesalahpahaman.
Dari bahasan ini dapat kita simpulkan bahwa al-Qur’an berisi petunjuk bagi manusia untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki di dunia dan di akhirat. Di antara petunjuk al-Qur’an untuk maslahat manusia adalah petunjuk seputar dasar-dasar ilmu kesehatan. Petunjuk tersebut perlu dikembangkan seluas-luasnya oleh para ahli untuk mendapatkan berbagai maslahat bagi kehidupan manusia. Inilah “tugas” para dokter, ilmuwan, serta peneliti di bidang kesehatan.
Adapun masyarakat yang memang tidak mempelajari ilmu kesehatan secara khusus maka tugasnya ialah bertanya dan mencari informasi tentang kesehatan kepada para dokter dan ahli kesehatan yang memang meluangkan waktu dan perhatiannya untuk mempelajari ilmu kesehatan. Wallahu a’lam. (artikel di kesehatanmuslim.com)

 

dr. Afif Azharul Firdaus

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *